Karena keseimbangan alam kita terganggu akibat ulah manusia sendiri, maka keteraturan siklus alam dalam hal ini siklus air akan amburadul pula. Banyak sumber air yang mati dimusim kemarau, sedangkan di musim hujan justru terjadi banjir. Disinilah akhirnya diperlukan peran kebijakan kita sebaga salah satu makhluk penghuni bumi untuk menjaga kelestarian air dengan menjaga keseimbangan alam. Kalaupun sudah banyak terjadi kerusakan nyata di muka bumi, sudah seharusnyalah kita ikut memperbaiki dan memulihkanya kembali. Dimulai dari hal kecil dan sederhana kita bisa ikut menjaga kelestarian air, misalnya dengan menanam.
Kalau kita lihat secara sederhana, matinya beberapa sumber air diakibatkan terutama oleh rusaknya hutan disekeliling sumber air. Disebuah Desa di ujung timur Kabupaten Tulungagung terdapat sumber air yang sampai saat ini teatp lestari. Keberadaanya sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Terjaganya sumber air ini adalah karena kearifan lokal masyarakat setempat yang punya kesdaran penuh untuk menjaga kelestarian hutan disekelilingnya. Ketika uforia pembabatan hutan melanda hampir di seluruh masyarakat sekitar hutan, tidak halnya dengan warga Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan ini. Secara bergotong royong mereka mempunyai kesepakatan bersama untuk menjaga hutan dikawasan "Kandung", karena didalam hutan inilah terdapat sumber air yang harus dijaga kelestarianya. Bahkan mereka sepakat kalau ada yang membabat pohon disekitar "kandung" harus berhadapan dengan masyarakat Desa Tanen.
Kesadaran masyarakat akan pentingnya manfaat hutan sebagai pelindung dan penyangga bagi keberadaan seumber air akhirnya berbuah manis dengan tetap lestarinya sumber mata air "kandung" dan tetap terjaganya hutan disekitarnya.
Air merupakan salah satu syarat penting terbentuknya kehidupan, keberadaanya sangat penting bagi kelangsungan hidup seluruh penghuni bumi. Ketidaktersediaan air berarti bencana bagi segenap makhluk (kekeringan) dan keberadaan air yang berlimpah melebihi batas normal berarti juga bencana (banjir). Jadi keberadaan air haruslah seimbang sesuai dengan kodrat sikulsnya yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui keondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi.
Lalu kenapa pada saat ini sering terjadi bencana karena air, banjir sering terjadi terutama di daratan yang rendah dan sekitar DAS (daerah aliran sungai), cuaca ekstrim (hujan deras disertai badai), dan lain sebagainya. Sementara di daerah lain justru kekeringan terjadi.
Manusia yang seharusnya mengfungsikan dirinya menjadi kholifah dimuka bumi telah mengeksploitasi alam secara berlebihan dengan berbagai alasan. Hutan kita dibabat habis oleh para pengusaha ber-HPH, paru-paru dunia tropis Indonesia diganti dengan kelapa sawit yang banyak dikuasai asing, sumber-sumber air alami telah banyak yang dipunyai oleh korporasi air mineral berpayung undang-undang sumber daya air.
Karena keseimbangan alam kita terganggu akibat ulah manusia sendiri, maka keteraturan siklus alam dalam hal ini siklus air akan amburadul pula. Banyak sumber air yang mati dimusim kemarau, sedangkan di musim hujan justru terjadi banjir. Disinilah akhirnya diperlukan peran kebijakan kita sebaga salah satu makhluk penghuni bumi untuk menjaga kelestarian air dengan menjaga keseimbangan alam. Kalaupun sudah banyak terjadi kerusakan nyata di muka bumi, sudah seharusnyalah kita ikut memperbaiki dan memulihkanya kembali. Dimulai dari hal kecil dan sederhana kita bisa ikut menjaga kelestarian air, misalnya dengan menanam.
Padas dasarnya jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap, yang berubah adalah wujud dan tempatnya. Oleh karena itu keteraturan siklusnya harus terjaga sehingga terjadi keseimbangan. Dan kitalah yang harus menjaga.


wah, ati2 mas. Anda telah memposting sebuah photo bugil. Bisa kena UU anti-pornografi & porno-aksi