Inilah Nama-nama Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II

(http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2009/10/21/brk,20091021-203863,id.html) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya mengumumkan susunan kabinet yang dinamai Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Rabu (21/10) di Istana Negara.

Tampaknya, nama-nama yang selama ini disebut-sebut untuk menjabat tidak jauh meleset dari perkiraan.

Setidaknya hanya muncul satu nama baru pada posisi Menteri Kesehatan yang semula akan diisi oleh Nila Moeloek.

Inilah susunan nama menteri tersebut:



Djoko Suyanto, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan

Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian

Agung Laksono, Menteri Koordinator Bidang Kesejateraan Rakyat

Marty Natalegawa, Menteri Luar Negeri

Gamawan Fauzi, menteri Dalam Negeri

Purnomo Yusgiantoro, Menteri Pertahanan

Sudi Silalahi, Menteri Sekretaris Negara

Suryadharma Ali, Menteri Agama

Patrialis Akbar, Menteri Hukum dan HAM

Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan

M. Nuh, Menteri Pendidikan Nasional

Jero Wacik, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata

Salim Segaf Aljufri, Menteri Sosial

Muhaimin Iskandar, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi

MS Hidayat, Menteri Perindustrian

Mari Elka Pangestu, Menteri Perdagangan

Darwin Saleh Zahedi, Menteri ESDM

Djoko Kirmanto, Menteri Pekerjaan Umum

Freddy Numberi, Menteri Perhubungan

Tifatul Sembiring, Menteri Kominfo

Suswono, Menteri Pertanian

Zulkifli Hasan, Menteri Kehutanan

Fadel Muhammad, Menteri Kelautan dan Perikanan

Armida Alisjahbana, Kepala Bappenas

EE Mangindaan, Meneg PAN dan Reformasi Birokrasi

Mustafa Abubakar, Meneg BUMN

Gusti Muhammad Hatta, Meneg Lingkungan Hidup

Suharna Surapranata, Menteri Negara Riset dan Teknologi

Syarief Hasan, Menteri Negara Koperasi dan UKM

Linda Gumelar, Meneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Andi Mallarangeng, Menteri Pemuda dan Olahraga

Suharso Monoarfa, Menteri Perumahan rakyat

Helmi Faisal Zaini, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal

Endang Rahayu Setianingsih, Menteri Kesehatan

Selengkapnya...

Hati-Hati Posting di Twitter CIA Memantau

TEMPO Interaktif, Jakarta (http://www.tempointeraktif.com)- Dinas intelijen Amerika Serikat CIA mengucurkan dana bagi Visible Technologies, perusahaan yang mengembangkan aplikasi untuk memantau isi komunikasi dalam situs sosial seperti Twitter, YouTube, chat, Flicker, forum Internet, sampai blog.


Pengucuran dana ini dilakukan oleh perusahaaan investasi di bawah CIA dan lembaga intelijen Amerika lain, In-Q-Tel. In-Q-Tel ini dibentuk untuk menguasai perusahaan teknologi yang bermanfatkan bagi dunia intelijen.

Saat ini Visible Technologies melayani sejumlah perusahaan, termasuk Microsoft, untuk memantau posting atau percakapan dalam blog, forum, YouTube, atau Twitter. Tapi saat ini perusahaan ini belum sanggup memantau situs sosial tertutup seperti Facebook.

Jika ada blog yang komentar yang membuat nama buruk perusahaan, misalnya, maka teknologi yang diciptakan Visible Technologies bisa langsung memberi tahu dan pihak terkait bisa bereaksi.

Teknologi yang sama bisa digunakan oleh dinas intelijen untuk, misalnya, memantau isu terkait keamanan Amerika Serikat.

"Mereka mungkin berbicara tentang sesuatu yang membahayakan keamanan nasional atau mungkin ada yang memperhatikan apa yang mereka dengar di forum chat," kata Wakil Presiden In-Q-Tel, Donald Tighe. "Skenario ini salah satu contoh tipe monitor yang ditawarkan o leh Visible Technologies."

Jadi, jika dalam posting Anda muncul kata-kata yang dianggap berbahaya, CIA bisa langsung tahu.

Selengkapnya...

Psikolog: Facebook Bikin Pintar, Twitter Bikin Pelupa

Senin, 07 September 2009 | 15:33 WIB (TEMPO Interaktif, Jakarta)


- Dr. Tracy Alloway, ahli daya ingat otak dari Universitas Stirling, Skotlandia, mengatakan bahwa Facebook--selain bermain video game strategi dan mengisi teka-teki Sudoku--bisa meningkatkan daya ingat (working memory). Sebaliknya Twitter, menonton YouTube, dan berkirim SMS mengurangi daya ingat.



Alloway jagoan soal daya ingat. Ia dan timnya berhasil membuat program meningkatkan daya ingat. Ia menerapkan program itu pada bocah 11-14 tahun di salah satu sekolah di Durham, Skotlandia.

Setelah delapan pekan dilatih, anak-anak itu meningkat IQ-nya sampai 10 poin. Mereka juga makin meningkat nilai membaca dan berhitung. Bahkan ada anak yang saat mulai dilatih peringkat di kelas termasuk paling buruk, setelah dilatih kemudian menjadi nyaris juara kelas.

Dalam acara Festival Sains Inggris, Alloway membahas pengaruh situs-situs sosial dan Internet terhadap daya ingat. Ia mengatakan bagian otak yang terpengaruh oleh situs-situs sosial itu adalah kemampuan untuk menyimpan dan menggunakan informasi atau ia sebut working memory.

Pengaruh Facebook ini terhadap kemampuan daya ingat, kata Alloway dalam seperti dikutip harian Telegraph edisi Senin (8/9), "Sangat besar." Facebook ini membuat otak mengingat-ingat teman-teman dari masa lalu sehingga ini juga melatih daya ingat.

Mereka yang gemar video game strategi, seperti "Total War", juga meningkatkan daya ingat meski tidak menyumbang apapun dalam soal sosial.

Permainan ini meningkatkan daya ingat, kata Alloway, "Karena Anda terus mengingat kejadian sebelumnya dan memperkirakan tindakan yang akan diambil."

Bermain "Sudoku", semacam teka-teki silang yang meminta Anda mengisi kotak-kotak dengan angka 1 sampai 9 dan mulai populer beberapa tahun terakhir, juga melatih daya ingat.

Sebaliknya Twitter, YouTube, dan SMS tidak sehat bagi daya ingat karena sifatnya instan. Informasi yang didapat di Twitter, meski jumlahnya banyak, kata Alloway, "Anda tidak memproses informasi ini."

Twitter dan teman-temannya itu mengurangi lingkup perhatian. "Anda tidak melibatkan otak dan meningkatkan hubungan syaraf," katanya.

Psikolog ini juga menunjukkan bukti yang mengaitkan kebiasaan menonton televisi dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)--yang membuat orang sulit memusatkan perhatian. Sedang kebiasaan SMS yang terlalu banyak diteliti ada hubungannya dengan kecerdasan yang rendah.
Selengkapnya...

Hukum Versus Politik Dalam Kasus Irjen Herman

Surabaya (ANTARA News) - Bertugas selama tiga tahun dua bulan sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur hingga 19 Februari 2009 agaknya membuat Irjen Pol Herman S Sumawiredja begitu mencintai "arek" Jatim.

Kecintaan itu terlihat dari puisi "Mohon Pamit" yang dibacakan di hadapan puluhan wartawan saat berpamitan di Mapolda Jatim (18/2).

Irjen Herman pun membacakan bait-bait puisi bertajuk "Mohon Pamit" itu :

..........

Desember 2005 aku datang, Kali pertama di Tanah Pahlawan.

Tapi aku bukanlah pahlawan itu, Aku hanyalah penjaga Tugu Pahlawan,

Yang menyapu debu pada dindingnya... Memastikan ia tetap tegak di sana

..........

Semula kulakukan itu karena tugas, Kusadari kini kulakukan itu karena cinta,

Cinta pada Arek Suroboyo... Arek Malang dan Arek-Arek lainnya

..........


Surabaya (ANTARA News) - Bertugas selama tiga tahun dua bulan sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur hingga 19 Februari 2009 agaknya membuat Irjen Pol Herman S Sumawiredja begitu mencintai "arek" Jatim.

Kecintaan itu terlihat dari puisi "Mohon Pamit" yang dibacakan di hadapan puluhan wartawan saat berpamitan di Mapolda Jatim (18/2).

Irjen Herman pun membacakan bait-bait puisi bertajuk "Mohon Pamit" itu :

..........

Desember 2005 aku datang, Kali pertama di Tanah Pahlawan.

Tapi aku bukanlah pahlawan itu, Aku hanyalah penjaga Tugu Pahlawan,

Yang menyapu debu pada dindingnya... Memastikan ia tetap tegak di sana

..........

Semula kulakukan itu karena tugas, Kusadari kini kulakukan itu karena cinta,

Cinta pada Arek Suroboyo... Arek Malang dan Arek-Arek lainnya

..........

Keberhasilan itu pastilah milik anak buahku, Kekurangan itu pastilah tanggung jawabku

Waktuku terbatas, kawan.... Mohon pamit

Terimakasih atas segala kerja sama, Maaf atas segalang kekurangan

..........

Tentang puisi yang mendapat applaus para wartawan itu, ia mengaku dirinya memang "jatuh cinta" kepada masyarakat Jawa Timur yang dinilainya sangat dinamis dan fair.

"Sebagai orang Sunda, saya melihat masyarakat Jawa Timur itu dinamis dan fair. Kalau ada masalah, mereka mudah didekati dan bila dijelaskan secara rasional akan diterima dengan fair pula," katanya.

Kecintaan kepada "arek" Jatim itu ditunjukkan pula dengan melakukan apa saja untuk "arek" Jatim hingga mendekati akhir tugas, termasuk menetapkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, Wahyudi Purnomo, M.Phil, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Ulang di Bangkalan dan Sampang.

"Polisi tetap netral, tapi kami harus mencegah potensi kerusuhan yang lebih besar di masa mendatang, karena itu kami menindaklanjuti laporan tim Ka-Ji (Cagub Khofifah-Cawagub Mudjiono) secara profesional dan transparan," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Herman S Sumawiredja di Surabaya (18/2/2009).

Menurut dia, pihaknya telah menindaklanjuti laporan tim Ka-Ji dan menemukan bukti permulaan yang cukup terkait dugaan pemalsuan DPT, sehingga memutuskan untuk melakukan penyidikan dengan tersangka sementara Ketua KPU Jatim, Wahyudi Purnomo M.Phil.

"Saya baru saja mengeluarkan SPDP (Surat Perintah Dimulainya Penyidikan) tertanggal 18 Februari 2009 dengan tersangka Ketua KPU Jatim yang diduga melanggar pasal 115 ayat 1 dan 3 UU 32/2004 yang diubah dengan UU 12/2008 tentang Pemerintahan Daerah," katanya.

Herman menyatakan penduduk Bangkalan mencapai 667.719 orang dan Sampang 576.900 orang, sehingga jumlah penduduk keseluruhan adalah 1.244.619 orang, tapi penduduk yang menggunakan hak pilih berjumlah 768.784 orang atau 61,77 persen.

"Laporan yang ada kami cross check dengan softcopy (data dalam bentuk file komputer) DPT, karena kami tidak dapat memperoleh DPT dari KPU setempat dengan alasan ada di PPK, ada di KPPS, dan KPPS pun ternyata menyimpan di rumah-rumah, padahal DPT itu `kan dokumen negara," katanya.

Hasil temuannya, dari 345.034 data pemilih yang dilaporkan ada dugaan menyimpang, ada kecocokan dengan softcopy yang ada sebanyak 128.390 data pemilih pada 368 DPT.

Ada tujuh model penyimpangan DPT, di antaranya NIK (nomer induk kependudukan) yang sama, nama yang sama, alamat yang sama, tanggal kelahiran yang sama, hingga anak-anak yang belum waktunya memilih, tapi justru masuk DPT.

"Dari 128.390 pemilih itu diteliti ulang akhirnya ditemukan 29.949 data pemilih yang data-nya nggak benar. Itu baru dari 368 DPT, padahal DPT untuk Bangkalan dan Sampang mencapai 2.768 DPT, sehingga dugaan pemalsuan DPT bisa di atas angka 29.949 pemilih," katanya.



Tidak terima

Namun, kepedulian dan rasa cinta Irjen Herman kepada "arek" Jatim itu akhirnya terantuk pernyataan Humas Mabes Polri dan Bareskrim Mabes Polri yang langsung "menganulir" penetapan tersangka Wahyudi Purnomo, sehingga Kapolda Jatim yang baru Brigjen Pol Anton Bachrul Alam pun "meng-amin-i."

"Belum, belum (tersangka), kasusnya masih kita dalami. Belum ada (alat bukti) yang mendukung, kasusnya masih kita pelajari dulu. Sekarang, masih lidik (penyelidikan atau belum penyidikan)," kata Brigjen Anton Bachrul Alam di Mapolda Jatim (27/2/2009).

Awalnya, perubahan status mantan Ketua KPU Jatim itu berjalan lancar, namun tiba-tiba muncul pernyataan Irjen Herman pada 17 Maret 2009 bahwa dirinya mengundurkan diri dari Polri, karena ia tidak terima bila kepalsuan dalam Pilkada Jatim 2008 dianggap sebagai kesalahan pendataan semata.

Sikap mundur Irjen Herman itu agaknya menunjukkan masalah hukum dalam kasus pemalsuan DPT Pilkada Jatim 2008 akhirnya masuh ranah politik, karena Irjen Herman juga menyebutkan adanya indikasi intervensi dalam kasus yang bergulir dalam hitungan waktu cukup pendek itu.

Masyarakat Jatim sendiri mengenal Irjen Herman cukup berprestasi selama menjabat Kapolda Jatim, di antaranya maklumat yang diterbitkan Irjen Herman untuk mengatur masalah pelayanan publik tanpa KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme).

Selain itu, Irjen Herman juga melakukan pola rekruitmen calon bintara Polri regular dan Akpol dengan melibatkan LSM dan akademisi, sehingga cara itu akan menghindari praktik percaloan dalam penerimaan calon anggota Polri.

Namun, prestasi Irjen Herman dalam pengamanan Pilkada Jatim akhirnya terantuk dengan penganuliran status tersangka, kendati Pilkada Jatim seharusnya menjadi urusan Polda Jatim sebagai penanggungjawab keamanan Pilkada Jatim.

Ranah politik itu pun akhirnya berkembang kemana-mana hingga terlihat dari "pemanggilan" Irjen Herman oleh beberapa pimpinan partai politik (parpol), seperti Megawati, Wiranto, Prabowo, dan Jusuf Kalla. Mereka khawatir kecurangan DPT di Jatim merebak ke daerah-daerah lain saat pemilu.

Perkembangan situasi pun membuat Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri bertekad untuk mengembalikan berkas laporan Panwaslu Jawa Timur yang melaporkan adanya daftar pemilih tetap (DPT) palsu dalam Pilkada Jawa Timur untuk dilengkapi.

"Kapolda Jatim akan kembalikan berkas untuk dilengkapi dengan barang bukti," katanya dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan (20/3/2009), yang didampingi Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary, Ketua Panwaslu Jatim, Ketua KPU dan Panwaslu dari Kabupaten Sampang dan Bangkalan dan Aspidum Kejati Jatim.

Ia mengatakan, pengembalikan berkas itu akan dilakukan sebab sejak dilaporkan 9 Pebruari 2009 lalu, Panwaslu belum menyerahkan barang bukti dan hanya menyerahkan fotokopi DPT yang diragukan validitasnya, mengingat fotokopi DPT itu tidak ditandatangani pejabat yang berwenang.

"Penanganan pidana dalam Pilkada Jawa Timur putaran tiga di Polda Jawa Timur masih dalam penelitian sebab bukti awal tidak cukup kuat. Panwaslu Jatim belum menyerahkan dokumen asli sebagai syarat mutlak untuk memulai penyidikan. Penyidik tidak bisa menyidik kalau hanya berdasarkan dokumen yang yang difotokopi," katanya.

Dalam kesempatan itu, Kapolri juga menegaskan, dalam penanganan kasus itu, Polda Jawa Timur tidak diintervensi oleh Mabes Polri sehingga menyebabkan ada tersangka yang kemudian menjadi saksi.

"Tidak ada intervensi dari kami sebab penyidikan memang belum ada. Bahkan belum ada satu pun saksi yang diperiksa. Kalau Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji turun ke Jawa Timut itu bukan intervensi tapi supervisi," katanya.

Agaknya, kata-kata intervensi dan supervisi itulah yang menunjukkan pertarungan antara faktor yuridis (hukum) dan faktor politis dalam kasus pengunduran diri Irjen Herman S Sumawiredja dan keanggotaan Polri, namun perkembangan situasi yang akan menjawab, apakah supervisi yang dimaksud itu intervensi atau tidak. (*)
Selengkapnya...

IGOS (Indonesia Go Open Source), Sebuah Upaya Pemerintah Dalam Memperkecil Kesenjangan Teknologi Informasi

IGOS (Indonesia Go Open Source) adalah gerakan pemerintah yang terus dikakukan dan disosialisasikan dalam rangka memperkuat sistem teknologi informasi nasional serta pemanfaatan perkembangan teknologi informasi global melalui pengembangan dan pemanfaatan Open Source Software.
Program dimulai dengan dideklarasikanya penggunaan dan pengembangan Open Source Software yang ditandatangani oleh Menteri Riset dan Teknologi, Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Kehakiman dan HAM, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Menteri Pendidikan Nasional.


Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat tidaklah bermanfaat apabila tidak diimbangi dengan pengimplementasian maupun pengaplikasiannya disegala bidang kehidupan. Pemanfaatan teknologi informasi haruslah didasari dengan aspek legal formal yang berdasarkan pada undang-undang hak kekayaan intelektual.
Salah satu isu global tentang Information Communication and Technology (ICT) adalah pegembangan dan pemanfatan Open Source Software (OSS). IGOS sebagai sebuah upaya nasional dalam rangka memperkuat sistem teknologi informasi secara nasional serta pemanfaatan perkembangan teknologi informasi global melalui pengembangan dan pemanfaatan Open Source Software selayaknya haruslah mendapat dukungan masyarakat luas sebagai pengguna teknologi.
Dengan masih besarnya kesenjangan teknologi informasi dan masih tingginya tingkat pembajakan software di Indonesia, maka penggunaan IGOS sebagai software yang open source merupakan salah satu solusi yang cerdas dan berwibawa ditengah berbagai sorotan internasional dalam masalah penggunaan software yang legal di Indonesia.

IGOS (Indonesia Go Open Source) adalah gerakan pemerintah yang terus dikakukan dan disosialisasikan dalam rangka memperkuat sistem teknologi informasi nasional serta pemanfaatan perkembangan teknologi informasi global melalui pengembangan dan pemanfaatan Open Source Software.
Program dimulai dengan dideklarasikanya penggunaan dan pengembangan Open Source Software yang ditandatangani oleh Menteri Riset dan Teknologi, Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Kehakiman dan HAM, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Menteri Pendidikan Nasional.

Daftar Pustaka
==============
Indonesia, Go Open Source, (Online), (http://www.igos.web.id, diakses 4 Agustus 2007)
PSN dukung Open Source, (Online), (http://www.psn.co.id/igos/, diakses 4 Agustus 2007)
Selengkapnya...